Kamis, 06 Februari 2020

Hujan kala senja

Jejak Rindu

Dikala senja yang hendak menghilang dari sang bumi, awan gelap datang membawa secercah harapan dari hati yang sunyi, yang mendatangkan rintikan rindu yang menggema di sanubari. Hujan senja yang membuat hati begitu rapuh karena rindu pada kau yang membuat daku  tak karuan. Di tepian ruang kosong saat menatap rintikan hujan yang tak hanya kulihat di luar sana, tapi rintikan itu kurasakan dalam hatiku yang membara dalam segumpal rindu yang menggelora, yang tak pernah bisa ku obati jika tanpa kehadiranmu.

Waktu sang senja segera berakhir, akan tetapi daku takkan pernah berhenti menanti kehadiranmu, dan hujan membawa serangkaian angin dan juga petir yang begitu menyambar jantungku yang sendu. Jejak langkahmu yang menghilang saat kau pergi di kala hujan senja membuatku menunggumu sendirian selama beratus-ratus jam bahkan berjuta-juta hari. Tapi penantian ku masih lah sebuah penantian tanpa sebuah harapan yang berarti.